Slider[Style1]

Style2

Style4

Style5

P2K2 Dusun Poan Utara Desa Guntur Macan

Suasana Berlangsungya Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) di Dusun Poan Utara Desa Guntur Macan Kecamatan Gunungsari Kab.Lombok Barat

P2K2 Untuk KPM PKH Dusun Ladungan Guntur Macan, Antusias dan Menyenangkan

PKH GUNUNGSARI-Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) memaparkan pentingnya pengasuhan dan pendidikan anak kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH.
P2K2 merupakan salah satu hak KPM yang wajib dilaksanakan oleh pendamping PKH dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan sebagai fondasi dasar untuk memperbaiki prestasi siswa yang didorong oleh orang tua mereka sendiri
“Setiap KPM PKH selain mendapatkan hak menerima bantuan nontunai, juga memiliki hak untuk mendapatkan ilmu dan pembelajaran melalui P2K2. Untuk saat ini yang dibahas adalah modul pengasuhan dan pendidikan anak”, kata Zaenuddin, Pendamping PKH Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Selasa (1/1).

FDS, PDP PKH Gunungsari paparkan langkah menjadi orang tua lebih baik

PKH GUNUNGSARI-Dalam Islam sering di ungkapkan “Baiti Jannati” yang berarti Rumahku Syurgaku.  Sebuah ungkapan yang sangat indah, syurga identik dengan kebahagiaan, keindahan, ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan.  Bila dikaitkan dengan pengasuhan anak, kedamaian dan ketenangan adalah syarat mutlak yang harus terpenuhi bila ingin menggapai sukses dan sumber utamanya adalah support dari kedua orang tua serta lingkungan sosial masyarakat

Kedua orang tua yang dibingkai dalam rumah tangga adalah pondasi dasar dalam membentuk karakter seorang anak, untuk meletakkan pondasi yang kokoh diperlukan keserasian satu sama lainnya, diibaratakan dalam sebuah keluarga “se ia sekata antara suami, istri dan anak anak”.
Mendidik anak bukanlah hal yang mudah sebab demikian diperlukan ilmu yang memadai dan kemampuan dalam mengelola emosi. Tidak semua keluarga memiliki kemampuan dalam mendidik anak mereka dengan baik,  pun kekerasan pada anak sering kali  terjadi
Kemampuan dan ilmu yang minim salah satu penyebab gagalnya orang tua dalam mendidik seorang anak
Hadirnya para Pendamping sosial PKH menjawab semua itu melalui kegiatan rutin bulanan yang disebabut sebagai Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluaraga (P2K2) atau Familly Depelopment Season (FDS)
Kali ini Pendamping Sosial PKH Kecamatan Gunungsari menyelenggarakan P2K2 bersama Supervisor PKH di Desa Penimbung Kecamatan Gunungsri Lombok Barat, Senin 30 April 2018
Dalam sesi ini para pendamping dan supervisor berbagai ilmu dan pengetahuan tentang pentingnya pengasuhan anak. ”menjadi orang tua yang lebih baik” adalah langkah utama bila ingin menanamkan benih kebaikan pada seorang anak
“untuk menjadi orang tua yang kebih baik, langkah awal ibu ibu harus mengingat hal membahagian yang dirasakan sebagai orang tua”, kata Nisrin salah seorang pendamping sosial PKH Kecamatan Gunungsari
Ia meminta agar ibu ibu memperaktikkannya dirumah dalam kehidupan berkeluarga terlebih dalam pengasuhan seorang anak. Penyampian pesan dikuatkan dengan diskusi dan diselingi oleh beberapa skill ice breaking dari pendamping
Selanjutnya langkah kedua untuk menjadi orang tua yang lebih baik, Dian Surman yang juga merupakan pendamping sosial Gunungsari mengingatkan ibu ibu agar apa yang diucapkan sesuai dengan apa yang diperbuat, Ia menyelingi dengan ice breaking “Kepala, Pundak, Lutut, Kaki”.
Menurutnya, seorang anak akan lebih meniru apa yang dilihat daripada apa yang didengar, lebih mencontoh perbuatan dari orang tua
Langkah ketiga adalah senantiasa berpikir positif dan langkah ke empat adalah selalu bersikap dan bertutur kata penuh kasih sayang dalam bersikap. Kempat langkah ini kemudian direview oleh pendamping selanjutnya “Zen Nie”, dan dilanjutkan ke langkah ke lima yaitu melibatkan seorang ayah dalam pengasuhan sehari hari atau membangun diskusi dalam rumah tangga
Untuk menggali pemahaman dan konsentrasi peserta pendamping kambali memberikan ruang kepada ibu ibu untuk menyampaikan pendampatnya, satu persatu ibu ibu mengutarakan pendampatnya. Atas keaktifan dan keberanian dalam mengutarakan pendampat pendamping memberikan apresiasi
Berlanjut kelangkah ke enam untuk menjadi orang tua yang lebih baik adalah membuat keputusan bersama dan melaksanakannya dengan konsisten. Materi diselingi dengan menonton video, kemudian peserta berikan kesempatan untuk menyampaikan pesan yang tersirat dalam video tersebut
Langkah selanjutnya yaitu langkah ke tujuh adalah menghindari perbedaan pendapat dan pertengkaran di depan anak. “bila orang tua sering kali bertengkar didepan anak, maka emosi anak akan terganggu, karena terganggu, anak menjadi broken home, tidak betah dirumah karena sering kali melihat kedua orang tuanya bertengkar”, Kata Rehani pendamping sosial PKH yang bertugas di Desa Penimbung
Pertemuan yang berlangsung selama 2 jam lebih ditutup dengan pesan agar ibu ibu bisa mempraktikkanya di rumah masing masing dan kehidupan bermasyarakat dan mengingatkan bahwa pertemuan pertemuan seperti ini akan terus berlanjut hingga sesi berikutnya
Maka untuk dapat memudahkan mengingat nama dari pertemuan ini, pipit selaku supervisor PKH mengajak ibu ibu untuk meneriakkan yel yel P2K2 yang disimpul dengan gerakan tangan bermakna (Zen Nie)





Vidio : Bimtap PKH Lombok Barat, Special Moment

VIDIO : JEJAK PENDAMPING PKH KECAMATAN GUNUNGSARI

Pendamping Sosial PKH Gunungsari dan Senyum Mengukir Jejak


Selalu banyak cerita tentang PKH, pahit dan manis sudah menjadi bumbu dalam mengarungi pengabdian. Iya, kali ini cerita dari Pendamping Sosial Dusun Erat Mate dan Malaka Kecamatan Gunungsari Lombok Barat

Kesabaran dan kegigihan adalah kunci utama, siang itu pukul 13.30, 20 Maret 2018 kami berangkat dari Sekertariat PKH Kecamatan Gunungsari  menuju Dusun Erat Mate dan Malaka. Kami  berempat, Amin, Andre, Zein dan
Ulfa menyusuri jalan berlubang dan menanjak dalam kondisi cuaca yang panas

Meski  cuaca panas, kami tak sedikitpun merasa kepanasan sebab kedua Dusun ini berada di bawah rerindang pepohonan. Bukan karena rindang ataupun panas hati dan langkah kami tergerak karena sebuah tanggung jawab besar dari cita cita PKH untuk untuk bangsa

Landasan kami, Problematika  KPM harus  diselesaikan oleh para pendamping yang tegar, memegang teguh kemotmen demi tergapainya cita cita mulia yaitu kesejahteraan masyatakat

Kami sadar tak sempurna, namun saat berada ditengah tengah KPM memberikan kami banyak warna dalam mengarungi hidup dan saling memberi solusi, kami tau bahwa menyelami ratusan hati masyarakat dengan karakter yang berbeda beda tidak mudah membalikan telapak tangan

Dengan perlahan dan berbekal niat mulia, satukan langkah bersama dalam mengukir jejak diantara para senyum bahagia KPM adalah tekad yang terpatri dalam hati. Senyum bahagia mereka seakan masuk kedalam relung hati kami yang terdalam, tak ada kebahagiaan selain ingin melihat mereka sejahtera 5 hingga 10 tahun kedepan anak anak mereka menjadi sukses, bayi bayi mereka yang dahulu kurus tumbuh dengan sehat dan bahagia
Senyum mereka seakan mengukir jajak kami, jejak pengabdian, ketaatan atas aturan dan komitmen dalam sebuah bingkai kebersaaman adalah bagian kecil dari harapan kami (Zein)





Senyum Anak Indonesia

Waktu itu

Senyum Anak Indonesia Meraih Mimpi

Waktu itu saat membersamai mereka dalam kelas Insprasi....

Dari latar belakang keluarga yang berbeda, inilah senyum anak Indonesia Menatap Negeri mewujudkan mimpi.

Banyak cerita dan realita yang mereka lukiskan, dari tutur dan tingkah mereka mengisyarakatkan ingin dibantu untuk meraih mimpi...

Diantara mereka ada yang bercita cita ingin menjadi menteri sosial adapula yang berkeinginan untuk membela negeri dan menjaga keutuhan NKRI...
Jejakku 2015 Di Pulau Serbang Dompu NTB
⇧
Top