PKH GUNUNGSARI-Dalam Islam sering
di ungkapkan “Baiti Jannati” yang berarti Rumahku Syurgaku. Sebuah ungkapan yang sangat indah, syurga
identik dengan kebahagiaan, keindahan, ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan.
Bila dikaitkan dengan pengasuhan anak, kedamaian
dan ketenangan adalah syarat mutlak yang harus terpenuhi bila ingin menggapai
sukses dan sumber utamanya adalah support dari kedua orang tua serta lingkungan
sosial masyarakat
Kedua orang tua yang dibingkai dalam rumah tangga adalah pondasi dasar dalam membentuk karakter seorang anak, untuk
meletakkan pondasi yang kokoh diperlukan keserasian satu sama lainnya,
diibaratakan dalam sebuah keluarga “se ia sekata antara suami, istri dan anak
anak”.
Mendidik anak bukanlah hal yang
mudah sebab demikian diperlukan ilmu yang memadai dan kemampuan dalam mengelola
emosi. Tidak semua keluarga memiliki kemampuan dalam mendidik anak mereka
dengan baik, pun kekerasan pada anak
sering kali terjadi
Kemampuan dan ilmu yang minim
salah satu penyebab gagalnya orang tua dalam mendidik seorang anak
Hadirnya para Pendamping sosial
PKH menjawab semua itu melalui kegiatan rutin bulanan yang disebabut sebagai
Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluaraga (P2K2) atau Familly Depelopment
Season (FDS)
Kali ini Pendamping Sosial PKH
Kecamatan Gunungsari menyelenggarakan P2K2 bersama Supervisor PKH di Desa
Penimbung Kecamatan Gunungsri Lombok Barat, Senin 30 April 2018
Dalam sesi ini para pendamping
dan supervisor berbagai ilmu dan pengetahuan tentang pentingnya pengasuhan
anak. ”menjadi orang tua yang lebih baik” adalah langkah utama bila ingin menanamkan
benih kebaikan pada seorang anak
“untuk menjadi orang tua yang
kebih baik, langkah awal ibu ibu harus mengingat hal membahagian yang dirasakan
sebagai orang tua”, kata Nisrin salah seorang pendamping sosial PKH Kecamatan
Gunungsari
Ia meminta agar ibu ibu
memperaktikkannya dirumah dalam kehidupan berkeluarga terlebih dalam pengasuhan
seorang anak. Penyampian pesan dikuatkan dengan diskusi dan diselingi oleh
beberapa skill ice breaking dari pendamping
Selanjutnya langkah kedua untuk
menjadi orang tua yang lebih baik, Dian Surman yang juga merupakan pendamping sosial
Gunungsari mengingatkan ibu ibu agar apa yang diucapkan sesuai dengan apa yang
diperbuat, Ia menyelingi dengan ice breaking “Kepala, Pundak, Lutut, Kaki”.
Menurutnya, seorang anak akan
lebih meniru apa yang dilihat daripada apa yang didengar, lebih mencontoh
perbuatan dari orang tua
Langkah ketiga adalah senantiasa
berpikir positif dan langkah ke empat adalah selalu bersikap dan bertutur kata
penuh kasih sayang dalam bersikap. Kempat langkah ini kemudian direview oleh pendamping
selanjutnya “Zen Nie”, dan dilanjutkan ke langkah ke lima yaitu melibatkan
seorang ayah dalam pengasuhan sehari hari atau membangun diskusi dalam rumah
tangga
Untuk menggali pemahaman dan
konsentrasi peserta pendamping kambali memberikan ruang kepada ibu ibu untuk
menyampaikan pendampatnya, satu persatu ibu ibu mengutarakan pendampatnya. Atas
keaktifan dan keberanian dalam mengutarakan pendampat pendamping memberikan
apresiasi
Berlanjut kelangkah ke enam untuk
menjadi orang tua yang lebih baik adalah membuat keputusan bersama dan melaksanakannya
dengan konsisten. Materi diselingi dengan menonton video, kemudian peserta
berikan kesempatan untuk menyampaikan pesan yang tersirat dalam video tersebut
Langkah selanjutnya yaitu langkah
ke tujuh adalah menghindari perbedaan pendapat dan pertengkaran di depan anak. “bila
orang tua sering kali bertengkar didepan anak, maka emosi anak akan terganggu,
karena terganggu, anak menjadi broken home, tidak betah dirumah karena sering
kali melihat kedua orang tuanya bertengkar”, Kata Rehani pendamping sosial PKH
yang bertugas di Desa Penimbung
Pertemuan yang berlangsung selama
2 jam lebih ditutup dengan pesan agar ibu ibu bisa mempraktikkanya di rumah
masing masing dan kehidupan bermasyarakat dan mengingatkan bahwa pertemuan
pertemuan seperti ini akan terus berlanjut hingga sesi berikutnya
Maka untuk dapat memudahkan
mengingat nama dari pertemuan ini, pipit selaku supervisor PKH mengajak ibu ibu
untuk meneriakkan yel yel P2K2 yang disimpul dengan gerakan tangan bermakna (Zen
Nie)






No comments: