Selalu banyak cerita tentang PKH, pahit dan manis sudah
menjadi bumbu dalam mengarungi pengabdian. Iya, kali ini cerita dari Pendamping
Sosial Dusun Erat Mate dan Malaka Kecamatan Gunungsari Lombok Barat
Kesabaran dan kegigihan adalah kunci utama, siang itu pukul
13.30, 20 Maret 2018 kami berangkat dari Sekertariat PKH Kecamatan
Gunungsari menuju Dusun Erat Mate dan
Malaka. Kami berempat, Amin, Andre, Zein
dan
Ulfa menyusuri jalan berlubang dan menanjak dalam kondisi cuaca yang panas
Meski cuaca panas,
kami tak sedikitpun merasa kepanasan sebab kedua Dusun ini berada di bawah
rerindang pepohonan. Bukan karena rindang ataupun panas hati dan langkah kami
tergerak karena sebuah tanggung jawab besar dari cita cita PKH untuk untuk
bangsa
Landasan kami, Problematika KPM harus diselesaikan oleh para pendamping yang tegar,
memegang teguh kemotmen demi tergapainya cita cita mulia yaitu kesejahteraan
masyatakat
Kami sadar tak sempurna, namun saat berada ditengah tengah
KPM memberikan kami banyak warna dalam mengarungi hidup dan saling memberi
solusi, kami tau bahwa menyelami ratusan hati masyarakat dengan karakter yang
berbeda beda tidak mudah membalikan telapak tangan
Dengan perlahan dan berbekal niat mulia, satukan langkah
bersama dalam mengukir jejak diantara para senyum bahagia KPM adalah
tekad yang terpatri dalam hati. Senyum bahagia
mereka seakan masuk kedalam relung hati kami yang terdalam, tak ada kebahagiaan
selain ingin melihat mereka sejahtera 5 hingga 10 tahun kedepan anak anak
mereka menjadi sukses, bayi bayi mereka yang dahulu kurus tumbuh dengan sehat
dan bahagia
Senyum mereka seakan mengukir jajak kami, jejak pengabdian,
ketaatan atas aturan dan komitmen dalam sebuah bingkai kebersaaman adalah bagian kecil dari harapan kami (Zein)




No comments: