![]() |
| Menteri Sosial Khofifah |
PKH NTB-Kementerian Sosial Republik Indonesia memberikan
Penghargaan kepada semua pelaksana PKH dalam acara PKH Appreciation Day. Acara
yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial
ini sebagai sebuah apresiasi bagi penyelenggara yang sudah berperan dalam
mewujudkan terSelenggaranya Program PKH, Sinergitas menjadi hal yang sangat
vital dalam pelaksanaan PKH.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyampaikan jika semua
bagus tetapi jumlah Pendamping tidak cukup, bukan hanya daerah remote tapi
daerah-daerah lain yg bisa dijangkau pun tidak akan bisa dilayani secara
maksimal. Oleh karena itu, Appreciation Day ini diharapkan dapat melahirkan
role model pelaksanaan PKH pada masa yang akan datang.
Tak lupa, Khofifah pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh
Pelaksana PKH termasuk para Pendamping PKH, “Ini semua tidak lepas dari kerja
keras para teman - teman Pendamping PKH” ucapnya seraya diikuti riuh tepuk
tangan para peserta dan undangan.
Apresiasi Tinggi Kepada Para Pendamping PKH Yang Gugur
Dengan dedikasi yang kuat para Pendamping PKH melaksanakan tugas
laporan validasi di tengah-tengah hutan belantara, menyeberang sungai dan
lautan. Ada yang gugur saat menjalankan tugas.
"Kepada ahli waris yang hadir, atas nama seluruh jajaran
Kementerian Sosial kami turut berbelasungkawa dan mengucapkan apresiasi
setinggi-tingginya kepada almarhum. Almarhum telah menjadi inspirasi bagi kita
semua”, ucap Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat kepada para
Pendamping PKH seluruh Indonesia yang diiringi suasana haru.
Menurut Harry, selama ini peran penting Pendamping sangat
diperlukan sebagai frontliner atau garda terdepan akan suksesnya PKH.
Tak luput, Harry pun menginginkan agar para pemenang kedepannya
dapat mengimplementasikan dan menjadi role model bagi para Pendamping lainnya.
“Kami sangat mengapresiasi seluruh peserta atas apa yang telah dilakukan.
Diantranya pasti bisa menjadi contoh atau model kedepannya,” ucapnya.
Menteri Sosial menyerahkan piagam penghargaan serta bantuan
senilai Rp 10.000.000 ke masing-masing ahli waris kepada Pahlawan PKH dengan
kategori Pendamping Inspirasi yang gugur saat bertugas yaitu alm. Endang
Kasiati, alm. Dewi Indrayani dan alm. M Abdul Hadi.
Daftar Pemenang Nominasi NGO/KL adalah Bank BNI, Bank Mandiri,
Bank BTN, Bank BRI, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian
Keuangan, GIZ, Unicef, World Bank, dan PT. Telkom.
Pemenang Nominasi Kabupaten/Kota yang menyalurkan Bansos non -
Tunai PKH terbaik adalah Kepala Dinas Bengkulu, Kepala Dinas Gresik, Kepala
Dinas Maluku Tenggara.
Pemenang Nominasi Kabupaten/Kota dengan lokasi FDS terbaik
adalah Kepala Dinas Kabupaten Kediri, Kepala Dinas Kabupaten Sleman, Kepala
Dinas Kabupaten Banjar.
Pemenang Nominasi Kabupaten/Kota yang melakukan validasi terbaik
adalah Kepala Dinas Kabupaten Kediri, Kepala Dinas Kabupaten Sintang, dan
Kepala Dinas Kabupaten Lampung Tengah.
Pemenang Nominasi Pendamping terbaik di bidang pendidikan,
kesehatan dan persiapan graduasi terbaik adalah Farida Masrurin bidang
kesehatan, Agustin Hariani bidang pendidikan, Agus bidang Persiapan graduasi.
Pemenang Nominasi Dana sharing Tertinggi
adalah Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi NTB,
Kabuoaten Halmahera Tengah, Kabupaten Mahakam Hulu dan Kota Mojokerto.
Kabuoaten Halmahera Tengah, Kabupaten Mahakam Hulu dan Kota Mojokerto.
Pemenang Penghargaan Kesetiakawanan Sosial adalah Gubernur
Kalimantan Tengah Sugianto Sabran. Sumber Web Kemensos


No comments: