Oleh Nieha
Berpuluh puluh tahun warga
Dusun Limbungan (Selantang) Desa Mekar Sari Kecamatan
Gunungsari bertahan hidup ditengah masalah yang mereka hadapi. Masalah utama
adalah sulitnya mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.
Sesekali mereka bisa
tersenyum lega bila musim penghunjan tiba, airpun mengalir dari sejumlah titik
sela-sela batul lereng perbukitan, namun itu tidak bertahan lama antara 3
sampai 4 hari.
Bila musim kemarau tiba, mereka
rela menerobos jurang terjang mencapai 1 Kilo Meter untuk mendapatkan satu
ember air. Hal itu terjadi berulang ulang berpuluh puluh tahun lamanya. Lokasi kampung dengan dataran tinggi dan
terpencil membuat mereka susah untuk menemukan mata air bila melakukan
penggalian sumur,bila harus menggali sumur dan menggunakan pompa air mereka
harus berkurban harta hartadan tenaga lantaran titik lokasi yang jauh dan
terjal.
Bisa dibayangkan, dengan
minimnya air dan tempat MCK yang kebanyakan warga tidak memiliki memaksa mereka
BAB di kebu-Kebun dengan cara menggali.
Meskipun demikian, kini ada
beberapa Warga yang sudah mulai memberanikan diri untuk melakukan itu dengan
pompa air dan penampungan ganda.
Sulaiman adalah salah seorang
warga yang memberanikan diri untuk itu, ia menuturkan betapa sulitnya
mengalirkan air dari dasar lereng,”untuk bisa sampai saya menggukan empat pompa
air dan empat penampungan, dan itupun
airnya masih tersendat sendat”katanya.
“Tidak jarang bila terjadi
konsleting listrik atau terjadi masalah pada pompa air sampai berhari hari saya
perbaiki”tuturnya menambahkan.
Kondisi puluhan tahun silam,
tidak jauh berbeda dengan kondisi sekarang dizaman serba canggih dan modern,
ironisnya masih banyak masyakat yang sangat sulit mendapatkan air. (nieha)


No comments: