Slider[Style1]

Style2

Style4

Style5

Oleh Nieha
Berpuluh puluh tahun warga Dusun Limbungan (Selantang) Desa Mekar  Sari Kecamatan Gunungsari bertahan hidup ditengah masalah yang mereka hadapi. Masalah utama adalah sulitnya mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.
Sesekali mereka bisa tersenyum lega bila musim penghunjan tiba, airpun mengalir dari sejumlah titik sela-sela batul lereng perbukitan, namun itu tidak bertahan lama antara 3 sampai 4 hari.
Bila musim kemarau tiba, mereka rela menerobos jurang terjang mencapai 1 Kilo Meter untuk mendapatkan satu ember air. Hal itu terjadi berulang ulang berpuluh puluh tahun lamanya.  Lokasi kampung dengan dataran tinggi dan terpencil membuat mereka susah untuk menemukan mata air bila melakukan penggalian sumur,bila harus menggali sumur dan menggunakan pompa air mereka harus berkurban harta hartadan tenaga lantaran titik lokasi yang jauh dan terjal.
Bisa dibayangkan, dengan minimnya air dan tempat MCK yang kebanyakan warga tidak memiliki memaksa mereka BAB di kebu-Kebun dengan cara menggali.
Meskipun demikian, kini ada beberapa Warga yang sudah mulai memberanikan diri untuk melakukan itu dengan pompa air dan penampungan ganda.
Sulaiman adalah salah seorang warga yang memberanikan diri untuk itu, ia menuturkan betapa sulitnya mengalirkan air dari dasar lereng,”untuk bisa sampai saya menggukan empat pompa air dan  empat penampungan, dan itupun airnya masih tersendat sendat”katanya.
“Tidak jarang bila terjadi konsleting listrik atau terjadi masalah pada pompa air sampai berhari hari saya perbaiki”tuturnya menambahkan.

Kondisi puluhan tahun silam, tidak jauh berbeda dengan kondisi sekarang dizaman serba canggih dan modern, ironisnya masih banyak masyakat yang sangat sulit mendapatkan air. (nieha)

About JEJAK PENDAMPING SOSIAL

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Berikan Komentar Anda Tentang Artikel Ini


Top